Legenda Datuk Nuraya Fatma Tunggal (Sheikh Abdurra'uf)

Diposting oleh Azmirza ElBanjary pada 10:01, 23-Nov-11

Di: Ulama Kalimantan

Legenda Datu Nuraya
oleh Kisah Para Datu dan Ulama
Kalimantan
pada 19 Februari 2011 jam 22:22
Tak banyak memang masyarakat yang
mengenal Datu Nuraya yang mempunyai
nama Syekh abdul Mu'in (sebagian riwayat
menyebutkan nama beliau yang sebenarnya
adalah Syekh Abdul jabbar) atau juga
Syeikh
Abdurrauf tetapi legenda tentang Datu
Nuraya masih tersimpan dengan rapi dalam
cerita masyarakat sehari hari khususnya
didaerah Tatakan Rantau Kabupaten Tapin.
Siapa sebenarnya Datu Nuraya dan apakah
semasa hidupnya dia memang memiliki
tubuh
yang besar bagai raksasa hingga makamnya
mencapai 50 meter lebih ?...itulah
misterinya,namun dari cerita cerita yang
berkembang disana disebut sebut Datu
Nuraya memang memiliki tubuh yang
teramat
besar,ihwal legenda ini seperti pd kisah
terdahulu tentang DATU SUBAN, beliau
adalah seorang guru dari sekalian Datu
Datu
yang ada di Rantau,seorang guru yang
miskin
harta tapi sangat dalam dan tinggi ilmu
tasawufnya serta dikenal sebagai orang yg
kasyaf,tinggalnya di munggu tayuh
tiwadak
gumpa tatakan dekat liang macan.
Pada saat lebaran atau hari raya Datu suban
yang pada saat itu bersama para muridnya
ketika mereka sedang asyik asyiknya
menikmati makanan yang disediakan oleh
tuan rumah,tiba tiba datang seorang yang
bertubuh sanagat besar,serta merta mereka
terkejut dan segera mengambil tombak dan
parang untuk menghadang orang besar tsb.
"assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.."kata orang besar tsb
"waalaykum salam warahmatullahi
wabarakatuh"jawab para datu
lalu Datu suban menerangkan kepada para
datu yang hadir bahwa orang yang datang
sambi memberi salam Insya Allah akan
berniat baik.
"Maaf siapa saudara yang datang dan dari
mana asal saudara serta apa maksud
saudara?"tanya Datu Suban,anehnya
siraksasa tersebutmenjawab dengan zikir
La
Ilaaha Illallah,dan zikir tersebut diulang
tiap
kali Datu suban bertanya sampai 7
kali,kemudian orang tersebut ambruk
ketanah,lalu para Datu menghampiri orang
itu dan memeriksanya,ternyata orang tsb
sudah meninggal dunia,maka serempak para
datu mengucapkan innaa lillahi wainna
ilahi
rajiuun'
Melihat keadaan tersebut para datu tadi
bingung bagaimana memandikannya dan
menguburkannya,untuk mengangkat saja
jadi
masalah,apalagi pada waktu itu kemarau
panjang,biasanya tanah sangat keras
sedangkan lubang untuk kuburan harus
dibuat
sangat panjang dan lebar,dan untuk
memandikannya diperlukan air yang sangat
banyak,konon pada saat para datu
kebingungan tiba tiba hujan lebat turun
dengan derasnya dan ketika mereka
mengangkat tubuh tersebut sangatlah
ringannya seperti sehelai kapas,serentak
para
datu berseru "subhanallah"
sebelum para datu mewaradunya
(membersihkan) mayat itu,datu suban
menemukan sebuah selepang (tas) dari
dalam
pakaiannya,setelah dibuka ternyata
didalamnya terdapat sebuah kitab yg
sangat
terkenal kini dengan nama kitab
barencong,para datu berbagi tugas ada yg
memandikannya,ada yg mencari batu
gunung
untuk nisan dan ada yg membikin lubang
untuk kuburan tsb,konon lubang yg digali
tidak mencukupi untuk mengubur terpaksa
orang tsb dilipat hamzah kakinya.
Tepat 7 hari maarwahi orang besar tsb
maka
berkumpullah semua datu dirumah Datu
Taming Karsa disimpang tiga tandui baruh
hariyung yang dinamakan Pamatang
Gintungan Misan Batu ,disanalah Datu
suban
mulai membuka kitab peninggalan yg
didapat
dari orang besar tsb dengan mengucap
bismillahir rahmanir rahim lalu dibuka
kitab
tsb oleh datu Suban lembar demi lembar
hingga selesai,ternyata isi kitab tsb
mengandung bermacam macam ilmu baik
ilmu
dunia maupun ilmu akhirat,konon setelah
kitab tersebut turun kepada Datu Sanggul
kemudian diturunkan lagi kepada saudara
angkatnya yaitu Syekh Muhammad Arsyad
Al-
Banjari dan disimpan keturunan beliau
hingga
saat ini.
Atas saran dari Datu Labai Duliman yang
ahli
falakiah orang besar tsb dinamakan
NURAYA,karena orang tersebut datang
pada
hari raya dan sesuai dengan badannya yg
besar dan tinggi seperti RAYA,datu Nuraya
bersal dari dua kata NUR dan RAYA ...NUR
dalam bahasa arabnya cahaya,sedangkan
RAYA artinya luas jadi NURAYA artinya
pembawa cahaya dan sinar serta lmu yg
luas
seperti Raya,sampai sekarang makam dari
Datu Nuraya ramai diziarahi orang karena
keanehan dan kekeramatannyadan
merupakan
makam terpanjang didunia letaknya
didaerah
Tatakan Rantau Kabupaten Tapin
Kalimantan
Selatan.
Sumber:-Manakib Datu Suban
-Manakib Datu Sanggul
-Riwayat Datu Datu Kalimantan Selatan

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

Belum ada komentar. Tulislah komentar pertama!

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar